Dalam buku barunya, Michael Twitty share andil yang diperbudak oleh orang Afrika-Amerika serta keturunan mereka pada masakan selatan

Dapur ialah tempat Michael Twitty pergi untuk menjelaskan yang sebetulnya. Di situlah dia pertama-tama keluar jadi gay untuk ibu serta bibinya. Dimana dia temukan jalinan spiritual dengan Yudaisme dalam kepang challah, sekian tahun sebelum masuk agama jadi orang dewasa. Dimana dia mengundang orang untuk dengarkan ceramahnya mengenai asal mula makanan selatan.
Di hari yang lembab di bulan Juli, Twitty sedang menyiapkan demo di dapur eksperimen pada biji-bijian pusaka di Museum Nasional Riwayat Amerika Smithsonian di Washington, DC. Walau ia umumnya menggunakan baju tradisionil yang tepat waktu memasak makanan sebelum perang, ini hari ia kenakan pakaian sipil, kenakan pakaian sipil. kaos biru tua tertulis “Saya akan menghargai pengorbanan leluhurku.”
Memang, sejarawan makanan sudah jadi suara penting dalam pembicaraan mencari akar makanan selatan Afrika. Ini jadi misi hidupnya, tuturnya, untuk menggali cerita kompleks masakan wilayah ini, menarik keluar persimpangan budaya yang membentuknya.
Twitty, seseorang masyarakat wilayah D.C., pertama-tama ada keinginan untuk riwayat kuliner pada perjalanan waktu kanak-kanak ke Colonial Williamsburg pada 1980-an. Disana dia melihat demo makanan kuno, kagum. Saat ia pulang, ia mulai melakukan eksperimen dengan makanan bersejarah. Ia belum berhenti.

Sesudah pelajari studi Afrika-Amerika serta antropologi di Kampus Howard, dia mengawali perjalanannya sendiri untuk mempelajari warisan kuliner Afrika-Amerika. Ia belajar seni serta kerajinan memasak sebelum perang otak asli, memberi khotbah, lakukan perjalanan ke pertemuan, serta bahkan juga memperoleh pengalaman langsung kerja di perkebunan bersejarah.
Di halaman buku, dianyam bersama dengan resep untuk sajian seperti West African Brisket (yang memerlukan paprika, lada hitam, kayu manis, cabai rawit serta garam halal, antara bumbu yang lain), dia menggali cerita ketahanan, seperti bagaimana beberapa orang sudah pernah memakai frame kasur untuk barbekyu. rusa, beruang, babi, kambing serta domba. “Saya betul-betul mustahil frame kasur sebesar itu, kalian semua dapat lakukan itu. Tapi lebih dari seseorang menjelaskan pada saya sampai saya ketahui itu sebetulnya suatu, ”katanya. “Itu barusan Menajubkan. Saya seperti, oke, beberapa orang lakukan suatu, mereka membuat acara barbekyu itu berlangsung. “

Ia masih cari detil sejarahnya sendiri. “Semenjak ‘Roots’ Alex Haley, kebanyakan orang ingin mempunyai cerita asli mengenai bagaimana keluarga mereka dipindahkan dari Afrika ke Amerika,” kata Twitty. “Itu tidak benar buat beberapa dari kita, kita tidak memilikinya. Bagiku itu Cawan Suci. Untuk dapat tahu kapal, rute perdagangan. Itu ialah suatu yang terus saya doakan. Jadi saya mengharap jika saat orang membaca buku ini, satu orang mungkin mempunyai potongan teka-teki lain di satu tempat yang tidak saya punya, yang bisa memberitahu saya apakah itu semua. ”
“Ini ialah peluang untuk tumbuh serta mengupdate. Bila ada yang The Cooking Gene sudah sampaikan pada saya — ini mengenai seni rekonsiliasi. Kami tidak suka dengan Anda saat ini. Selanjutnya banyak hal yang sudah Anda sebutkan atau didakwa sebutkan tidak mengagetkan. Dalam beberapa hal, itu segi yang lebih disayangkan. Kami pasrah untuk yakin serta mengerti jika tetangga kami harus diduga sebelum dihormati. Tidak harus semacam ini, serta tidak harus berjalan selama-lamanya. “